Latest Post

Urgensi Mempelajari Hadits Akhir Zaman

Written By Amoe Hirata on Selasa, 01 Mei 2018 | 14.53

Hasil gambar untuk akhir zamanMEMPELAJARI hadits-hadits akhir zaman adalah perkara yang sangat penting. Sebegitu vitalnya, hingga banyak sekali ulama-ulama yang mengarang tema ini. Sebagai contoh konkret: Na’im bin Hammad (Kitâbu al-Fitan), Ibnu Katsir (al-Nihâyah fi al-Fitan wa al-Malâhim), al-Qurthubi (al-Tadzkirah), al-Barzanji (al-Isyâ’ah fii Asyrâthi al-Sâ’ah dan al-Idzâ’ah min Asyrâthi al-Sâ’ah),  al-‘Adawi (al-Shahîh al-Musnad min Ahâdîts al-Fitan wa al-Malâhim wa Asyrâth al-Sâ’ah) dan lain sebagainya.

Apa Persiapan Kita Menuju Ramadhan?

Written By Amoe Hirata on Jumat, 27 April 2018 | 14.47

Hasil gambar untuk menuju ramadhan 1439 RAMADHAN sudah tinggal sejengkal, namun sudahkah umat Islam menyiapkan dengan baik akan kedatangannya? Terlebih, beberapa hari lagi akan memasuki bulan Sya’ban yang merupakan bulan paling dekat dengan Ramadhan di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam begitu gencar berpuasa dan beribadah di dalamnya.

Belajar Menulis Produktif dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Written By Amoe Hirata on Selasa, 27 Maret 2018 | 14.39

Hasil gambar untuk ‫ابن القيم‬‎
ULAMA yang bernama lengkap Abu Abdullah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa’ad bin Hariz al-Zar’i ini masyhur dengan panggilan Ibnu Qayyim (691-751 H/1292-1350 M). Jasa-jasanya dalam perjuangan umat Islam sangat besar terkhusus dalam bidang tulisan. Karya-karya tulisnya begitu banyak dan beliau dikenal juga sebagai penulis produktif.

Ulama Kodok Vs Ulama Kerbau

Written By Amoe Hirata on Rabu, 21 Februari 2018 | 22.00

"Apa saja yang tidak boleh dimakan menurut hukum Islam?" tanya salah seorang penanya kepada Tuan A. Hassan.

A. Hassan; Tegas dalam Ideologi, Welas dalam Interaksi

Written By Amoe Hirata on Selasa, 20 Februari 2018 | 14.00


KEHIDUPAN Tuan A. Hassan dalam sehari-sehari sungguh mengesankan. Z.A. Ahmad misalnya, pernah menyanjung, "Kalau di dalam perdebatan beliau merupakan singa, tetapi di dalam pergaulannya bagaikan gula yang sangat manis." (Tamar Djaja, 1980: 130)

Berhati-hati dalam Berbahasa

Written By Amoe Hirata on Rabu, 07 Februari 2018 | 14.16

"Apa yang ada di benak kita dengan kata 'pendeta'?" tanya Ahmad Sahida -Dosen Filsafat dan Etika Universitas Utara Malaysia-Indonesia dalam artikel rubrik 'Bahasa' (Majalah Tempo, 7/10/2012: 49) berjudul "Bahasa Agama Dua Serumpun". Ternyata, bila pemakaian kata 'pendeta' di Indonesia lebih diidentikkan pada pemimpin keagamaan agama Kristen, tapi di negeri Jiran Malaysia misalnya, kata 'pendeta' disematkan kepada Zainul Abidin Ahmad atau Za'ba karena kepiawaiannya dalam bidang bahasa.

Comments

Survei Visitor

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan